Friday Flower Season 1
Keywords:
Muslim AR, Friday Flower, PuisiSynopsis
Friday Flower Season 1 bermula dari sesuatu yang sederhana: niat pengarang menulis undangan pernikahan. Kalimat-kalimat prosaik itu justru berkembang menjadi kisah tentang kehidupan, kegagalan, cinta, pertemuan, dan pernikahan.
Novel ini mengikuti Salim, seorang bujang perantau dan jurnalis yang akrab dengan berita dan narasi, tetapi kesulitan memahami dirinya sendiri. Ketika pekerjaan, bisnis, kegagalan, dan keyakinannya runtuh hampir bersamaan, ia pulang tanpa benar-benar merasa menemukan jalan kembali. Di tengah keterpurukan itu, segelas es teh manis yang tidak diminumnya menjadi simbol kebaikan kecil dari seorang perempuan berjilbab hitam yang memberinya perhatian tanpa mengharap balasan.
Kemudian hadir Melly, perempuan yang tidak menawarkan solusi, tetapi bersedia mendengarkan. Dari percakapan, perdebatan, dan humor, keduanya perlahan menemukan ruang untuk saling memahami. Mereka membawa luka, kegagalan, dan masa lalu, tetapi belajar bahwa manusia tetap dapat dicintai sambil berusaha memperbaiki diri.
Makna Friday Flower hadir ketika bunga tidak lagi menunggu kematian. Mawar putih yang semula menjadi simbol duka diubah Salim menjadi ungkapan kasih yang diberikan selagi seseorang masih hidup. Setiap Jumat, bunga dibawa, ditanam, dan kebahagiaan dibagikan melalui sedekah, infak, tenaga, serta pikiran.
Novel ini pada akhirnya berbicara tentang cinta, iman, harapan, dan kehidupan yang tetap layak dijalani. Pesannya sederhana: jangan menunggu seseorang meninggal untuk memberinya bunga.
References